Laman

Kamis, 09 Agustus 2018

Minum dua kaleng soda sehari picu hipertensi

Minum dua kaleng soda sehari picu hipertensi,- Minuman bersoda tak hanya mengandung banyak gula yang bisa merusak gigi dan memicu obesitas, serta diabetes, namun juga mempengaruhi tekanan darah. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa minum dua kaleng minuman bersoda dalam sehari bisa memicu tekanan darah tinggi.

Uniknya, masalahnya ternyata justru bukan pada minuman sodanya, melainkan pada kemasan kaleng minuman sodanya. Penelitian mengungkap bahwa kaleng minuman soda juga mengandung zat yang bisa memicu tekanan darah tinggi. Zat yang tak menyehatkan tersebut digunakan untuk melapisi bagian dalam kaleng minuman soda.

Penelitian menemukan bahwa zat bernama Bisphenol A (BPA) yang digunakan untuk melapisi kaleng minuman soda bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan memicu masalah jantung. Zat ini bahkan bisa membahayakan keselamatan pasien jantung. Tak hanya digunakan pada kaleng minuman soda, BPA biasanya juga digunakan untuk botol plastik.

Peneliti dari Korea menemukan bahwa minum minuman bersoda dari kaleng soda meningkatkan jumlah BPA pada urine hingga 1.600 persen jika dibandingkan dengan minum soda dari botol gelas. Minum dua kaleng soda sehari bisa meningkatkan tekanan darah hingga 5 mmg Hg. Peningkatan ini bisa menyebabkan masalah pada pasien penyakit jantung dan orang yang sudah memiliki tekanan darah tinggi.

Tak hanya memicu hipertensi, BPA selama ini juga dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti migrain, obesitas, diabetes, serangan jantung, dan bahkan kanker. BPA telah lama dilarang untuk digunakan pada pembuatan botol bayi di Eropa karena bahaya yang bisa ditimbulkannya.

Kamis, 02 Agustus 2018

Gejala hipertensi yang wajib diwaspadai

Gejala hipertensi yang wajib diwaspadai,- Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah masalah kesehatan yang terlihat sepele karena sudah dialami oleh banyak orang. Namun masalah kesehatan ini bisa berbahaya untuk kesehatan, bahkan bisa memicu banyak penyakit yang lebih serius. Yang lebih berbahaya, seringkali tekanan darah tinggi tidak disertai dengan gejala hingga bertahun-tahun.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi tekanan darah. Beberapa di antaranya adalah usia, sejarah kesehatan keluarga, obesitas, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol. Jika faktor-faktor ini dan tekanan darah tak segera disadari, akan memicu banyak masalah kesehatan seperti gagal ginjal, penyakit jantung, dan stroke.

Untuk itu, sangat penting mengenali gejala-gejala tekanan darah tinggi sebelum penyakit ini menjadi semakin serius. Berikut adalah beberapa gejala darah tinggi yang wajib diwaspadai.

Titik darah pada mata
Jika Anda mendapati ada titik darah pada bola mata, sebaiknya waspadalah. Titik darah tersebut bisa jadi pembekuan darah akibat hipertensi. Ketika memeriksakan diri ke dokter, coba minta dokter untuk memeriksa tekanan darah Anda, sebelum menghilangkan titik darah pada mata.

Mati rasa
Mati rasa atau rasa kesemutan bisa menjadi tanda awal dari stroke yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah. Hipertensi yang tak segera dikontrol bisa menyebabkan kerusakan saraf yang memunculkan gejala ini!

Sakit kepala
Ketika tekanan darah berada di atas 180/110 mmHg, Anda bisa mengalami sakit kepala. Namun sakit kepala biasanya tak muncul pada kondisi hipertensi yang ringan. Sakit kepala yang terus-menerus adalah gejala dari tekanan darah yang melonjak naik, keadaan yang lebih serius dari hipertensi ringan.

Mimisan
Mimisan juga merupakan tanda dari tekanan darah tinggi pada tahap awal. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami mimisan tiba-tiba dan sulit dihentikan, lebih baik segera temui dokter dan periksakan diri.

Selasa, 24 Juli 2018

Menarik napas dalam-dalam menurunkan hipertensi

Menarik napas dalam-dalam menurunkan hipertensi,- Apakah Anda mempunyai tekanan darah tinggi? Jangan panik. Segera ambil napas dalam-dalam dan rileks. Ya, ini latihan sederhana dapat menurunkan tekanan darah Anda. Meski tidak memerlukan pengobatan lebih serius, cara ini mampu menurunkan hipertensi.

Selain itu ada penelitian untuk membuktikan bahwa tekanan darah dapat diturunkan dengan pernapasan dalam. Cari tahu bagaimana bernapas dalam yang benar-benar membantu mengurangi tingkat tekanan darah.

Para peneliti percaya mengambil napas dalam-dalam setiap hari dapat menurunkan tekanan darah tinggi Anda. Latihan pernapasan membantu tubuh untuk mengatur dan mengontrol tekanan darah Anda. Penjelasan yang paling umum adalah bahwa pernapasan dalam melemaskan tekanan darah. Tapi alasan ilmiah dan sebenarnya adalah pernapasan dalam dapat benar-benar memecah garam dalam tubuh Anda, menurunkan kemungkinan memompa tekanan darah.

Kurangnya olahraga dan pola pernapasan yang buruk akan menambah tekanan pada ginjal untuk memproses asupan garam. Oleh karena itu, rajinlah mengambil napas secara perlahan dan mendalam untuk menurunkan risiko hipertensi. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, gagal ginjal dan kebutaan.

Menarik napas dalam-dalam juga bermanfaat membersihkan darah, memompa darah ke seluruh bagian tubuh, dan membuang racun dari tubuh Anda. Menurunkan tekanan darah tinggi dengan olahraga, gaya hidup sehat dan diet sehat membantu Anda mencapai kehidupan yang sehat dan bahagia.